Dari Daniel Malahela hingga Emili Mulyadi, Dari Lombok untuk Dunia

Dari Daniel Malahela hingga Emili Mulyadi, Dari Lombok untuk Dunia

Sepakbola NTB sedang lesu. Di ajang nasional provinsi ini hanya memiliki wakil di Liga 3 melalui klub Sumbawa Barat FC. Penampilan mereka juga tidak bisa dibilang baik. Meski begitu, Sumbawa Barat FC pernah berada di Liga 2. Namun, kini terdegradasi karena tim yang tidak solid.

Bagi NTB, sepakbola sebenarnya bukan barang baru. Di era 60an animo masyarakat terhadap sepakbola sangat luar biasa. Hampir setiap kampung memiliki klub sepakbola. Mereka mengikuti kompetisi setiap tahun. Banyak pemain hebat yang lahir dari kompetisi tarkam tersebut. Junaedi Abdullah contohnya, ia adalah saksi hidup betapa berpengaruhnya klub kampung masa itu. Berkat kemampuannya, Junaedi sempat bermain untuk Timnas Indonesia dan pernah berhadapan dengan Manchester United dan Bayern Munich.

Namun, itu hanya cerita masa lalu. Saat ini NTB juga punya segudang pemain yang berlaga di level nasional hingga internasional. Kepiawaian mereka mengolah si kulit bundar tidak kalah dibanding Andik Firmansyah atau Evan Dimas. Siapa saja mereka? Berikut profilnya:

  1. Rossi Noprihanis

Pemain kelahiran  Lombok Barat ini kini sedang memperkuat PSS Sleman di Liga 1. Pemain bernomor punggung 11 ini merupakan idola bagi Brigata Curva Sud (BCS), sebutan fans PPS Sleman. Rossi yang berposisi gelandang serang selalu menjadi harapan tim dalam memberi umpan untuk dieksekusi menjadi gol.

Rossi yang kini berusia 28 tahun sebelumnya sudah melanglang buana di berbagai klub tanah air. Pemain berpostur 162 sentimeter ini mengawali debutnya bersama Persepam Madura pada 2013. Pada tahun pertama berlaga di Madura ia telah mencetak 7 gol dari 26 laga yang dijalaninya. Kemampuannya mulai terlihat setelah mencetak hattrick ketika melawan Persiba Balikpapan.

Di PSS Sleman, Rossi adalah tumpuan tim. Rossi juga mengaku senang berada di klub ini. Ia mengatkan bahwa setiap gol yang ia ciptakan dipersembahkan untuk almarhum Ayahnya. Sang Ayah biasanya selalu menyaksikan penampilan Rossi di stadion, namun hal itu sudah tidak terjadi lagi.

2. Usman Ali

Usman Ali bisa dibilang pesepakbola senior dari NTB. Pemain kelahiran Mataram ini sejak 2003 sudah merantau ke Bali memperkuat kesebelasan Persegi Gianyar. Waktu itu Ali gagal membantu timnya lolos Divisi Utama.

Merasa karirnya tidak berkembang di Bali, Usman Ali kemudian pindah ke Jawa Timur. Di sana ia telah memperkuat banyak klub, mulai dari Persid Jember, Persibo Bojonegoro dan terakhir ke Persebo Bondowoso. Bersama Persebo Ali dipercaya menjadi kapten klub dan berlaga di pentas Divisi Utama 2013/2014.

Dua tahun berselang, tepatnya pada 2015, Ali beralih memperkuat Persinga Ngawi. Pemain sarat pengalaman ini menjadi andalan tim ketika menjamu Madiun Putra FC. Tidak berhenti di situ, Ali juga tercatat pernah bermain untuk Persela Lamongan dan Arema Indonesia.

3. Daniel Mulahela

Pemain jebolan Sekolah Sepak Bola (SSB) Neo Selaparang ini kini telah resmi berseragam Bali United U-19. Daniel, sapaan akrabnya, telah menandatangani kontrak bersama Serdadu Tridatu. Pemain kelahiran 3 Oktober 2000 ini dinyatakan bergabung setelah berhasil lolos seleksi bersama 26 pemain lain dari berbagai daerah.

Tampil di liga terbesar tanah air bukan sesuatu yang mudah bagi Daniel. Untuk masuk ke skuad Bali United ia telah mengalami banyak sekali pengalaman pahit. Daniel menggeluti sepakbola sejak kelas empat sekolah dasar. Demi mewujudkan tekadnya di sepakbola, ia sempat bergabung di SBB Integral, namun tidak lama berselang SBB ini tutup.

Daniel bersyukur menemukan Mataram Soccer Academy (MSA). Klub yang bermarkas di Kota Mataram ini telah membantu Daniel meningkatkan kemampuan sepakbolanya. Ketekunannya berlatih di MSA membantunya lolos ke Bali United U-19. 

4. Emili Audero Mulyadi

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa NTB memiliki putera daerah yang kini merumput di Serie A Italia. Emilio Mulyadi adalah pesepakbola kelahiran Mataram, NTB 22 tahun silam. Emilio lahir dari seorang Ayah asal Indonesia bernama Edy Mulyadi dan ibu berkebangsaan Italia, Antonella Audero.

Sejak kecil Emilio sudah menunjukkan bakatnya. Pada usia 11 tahun ia mulai bergabung dengan Juventus Junior pada 2008. Karir sepakbolanya terus menanjak. Sebagai penjaga gawang ia berhasil tampil memukau bersama Juventus U-17. Berkat penampilannya Emilio sempat dianugerahi sebagai “The Young Italy Talents of The Future 2012”.

Baru pada musim 2016/2017 Emilio mengawali debut profesionalnya bersama Juventus, tepatnya pada 27 Mei 2017. Saat itu timnya sedang berlaga melawan Bologn dan ia sukses membantu kemenangan timnya dengan skor akhir 2-1.

Setahun berselang, pada 17 Juli 2018, Emilio resmi dikontrak oleh klub Italia Sampdoria yang berlaga di Serie A.

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *