Libur Ramadan, Saatnya Santri Sukorejo Mengabdi untuk NTB

Libur Ramadan, Saatnya Santri Sukorejo Mengabdi untuk NTB

“Berjuang bersama, mengabdi tanpa batas.”

Begitu bunyi slogan IKSASS (Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah). IKSASS merupakan himpunan santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (P2S2) Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur. Organisasi ini digagas pertama kali oleh Pengasuh III P2S2, al-marhum al-maghfur lahu KHR. Ach. Fawaid As’ad, pada tahun 1988.

Dalam perkembangannya, kepengurusan organisasi ini dibedakan atas IKSASS Santri dan IKSASS Alumni. Adapun IKSASS Santri yang mewadahi segenap santri yang masih aktif mondok dan mengenyam pendidikan di P2S2. Sedangkan IKSASS Alumni yang menghimpun mereka yang telah menyandang status sebagai santri alumni.

Pemisahan struktur kepengurusan ini terjadi akibat santri dan alumni sulit kompak menjalankan kegiatan. Lagi pula, musykil menyinkronkan antara rutinitas keseharian santri yang masih di pesantren dengan mobilitas alumni yang telah hidup bermasyarakat.

Saat ini jaringan IKSASS sudah menjangkau puluhan ribu alumni P2S2 yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Juga, belasan santri aktif yang berasal dari dalam negeri dan bahkan sampai luar negeri, seperti dari Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, dan lain-lain.

Baik IKSASS Santri maupun IKSASS Alumni, masing-masing memiliki induk kepengurusan berupa Pengurus Pusat (PP) yang berada di bawah bimbingan langsung Pengasuh P2S2, KHR Ach Azaim Ibrahimy. Karena itu, kendati kepengurusan IKSASS Santri dan Alumni berbeda, tetapi tetap dituntut supaya selalu bersinergi.

Ditambah IKSASS Santri dan Alumni juga mengemban tanggung jawab yang sama dalam menjaga reputasi pesantren yang didirikan pertama kali oleh al-marhum al-maghfur lahu KHR Syamsul Arifin bersama sang putra, al-marhum al-maghfur lahu KHR As’ad Syamsul Arifin.

Salah satu wujud sinergisitas IKSASS Santri bersama Alumni tampak manakala pulang (mudik) libur Ramadan tiba, mereka terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak alumni sebelum melaksanakan kegiatan. Koordinasi ini menyangkut, antara lain: notif  ke alumni mengenai konsep serta format kegiatan yang hendak diselenggarakan, solusi pendanaan, akomodasi, dan pemantapan narasumber.

Untuk diketahui bahwa santri P2S2 hanya dapat menikmati libur panjang sekali dalam setahun. Itu persisnya selama 50 hari, terhitung dari H-10 sampai H+10 bulan Ramadan. Nah, di masa libur Ramadan—atau karib pula disebut libur imtihan—ini kawan-kawan santri menggelar berbagai kegiatan bernuansa Ramadan. Semisal acara Safari Ramadan, pesantren kilat atau pondok Ramadan, SKN (Santri Kerja Nyata), seminar atau pelatihan-pelatihan bertajuk keislaman, dan lain-lain.

Seantero santri yang berasal dari daerah Nusa Tenggara Barat bernaung di bawah Rayon IKSASS NTB, sementara Rayon IKSASS NTB sendiri membawahi beberapa Sub Rayon IKSASS. Ada Sub Rayon IKSASS Mataram (himpunan santri asal Kota Mataram dan KLU), Sub Rayon IKSASS Lombok Barat (himpunan santri asal Kabupaten Lombok Barat), Sub Rayon IKSASS Lombok Tengah (himpunan santri asal Kabupaten Lombok Tengah), dan terakhir Sub Rayon IKSASS Lombok Timur (himpunan santri asal Kabupaten Lombok Timur dan Pulau Sumbawa).

Begitu pula dengan keanggotaan IKSASS Alumni. Mereka yang berdomisili di KLU dan Kota Mataram berafiliasi ke dalam Rayon IKSASS Mataram. Alumni yang berdomisili di Lombok Barat bergabung dengan Rayon IKSASS Lombok Barat. Alumni yang tinggal di seputaran Lombok Tengah terhimpun di Rayon IKSASS Lombok Tengah. Lalu, Rayon IKSASS Lombok Timur untuk alumni di wilayah Lombok Timur dan Pulau Sumbawa.

Selaku warga Lombok Barat, penulis partisipatif mengikuti kegiatan kawan-kawan santri Sub Rayon IKSASS Lombok Barat. Kegiatannya pada Ramadan tahun ini dikonsep dalam bentuk Safari Ramadan ke empat masjid secara beruntun.

Diawali di Masjid Baiturrahman Dusun Pelepok Desa Mesanggok Kecamatan Gerung pada malam kedelapan puasa (malam Senin, 12 Mei 2019). Kemudian pada malam berikutnya (malam Selasa, 13 Mei 2019) di Masjid Baiturrahmah Dusun Menang Barat Kelurahan Gering Selatan Kecamatan Gerung.

Seterusnya berlanjut di Masjid Nurul Hidayah Dusun Batu Kumbung Desa Batu Kumbung Kecamatan Lingsar (malam Rabu, 14 Mei 2019). Masjid Riyadhul Jsnnah yang terletak di Dusun Gumese Tengah Desa Giri Tembisi Kecamatan Gerung (malam Kamis, 15 Mei 2019) sebagai titik pemungkas rangkaian Safari Ramadan kali ini.

Syukur alhamdulillah, acara Safari Ramadan di empat masjid tersebut terbilang lancar. Pun sudah dapat dikatakan sukses jika berpatokan pada target minimum IKSASS Santri. Bahwa organisasi ini menjadi ajang santri latihan bermasyarakat sebelum benar-benar bermasyarakat sepenuhnya selepas tamat mondok nanti.

Karena oleh kiai segenap santri P2S2 diamanatkan untuk mengabdikan diri di tengah-tengah masyarakatnya, dan hemat penulis, sekurang-kurangnya kegiatan IKSASS ini terealisasi dalam rangka hal itu. Apalagi, dari empat destinasi safari tersebut terpapar jelas kondisi minus masyarakat dalam hal keberagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Tentu kondisi ini butuh perjuangan dan dedikasi lebih lanjut demi peningkatan kualitas masyarakat Bumi Gora. Dan lagi di titik inilah peran IKSASS semestinya benar-benar kelihatan sehingga semangat perjuangannya tak sekadar nyaring di slogan belaka. Ya, semoga saja.

Ahmad Rijalul Fikri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *